Mempunyai blog atau website sendiri adalah kebanggan tersendiri bagiku, meskipun itu blog yang bersifat gratisan. Gratis ajha bangga apalagi yang berbayar yaaa. Tapi, meskipun gratisan dan mudah cara membuatnya, kenyataannya pada sebagian orang masih saja ada yang bingung cara membuat blog. Lalu, apa sich tujuan membuat blog? Pada sebagian orang, membuat blog hanya sebatas untuk iseng-iseng atau coba-coba. Namun, ada juga yang membuat blog untuk sekedar mendokumentasikan curhatannya atau istilahnya diary online. Tapi, disamping itu, banyak juga blogger yang punya tujuan jelas dalam membangun sebuah blog yaitu berbagi ilmu. Terlepas dari itu semua dan seiring dengan berjalannya waktu, tidak sedikit pula para blogger berubah arah dari haluan awal yaitu selain berbagi ilmu tapi juga sekalian memonetize blognya. Untuk pengguna blogspot ada sedikit kemudahan karena bisa mendaftar program google adsense lewat dashboard. Google adsense hingga saat ini memang masih menjadi program yang...
Melihat dari judulnya saja sudah nggak yakin mampu, apalagi memperluas tentang isi artikelnya. keyakinan memporak porandakan atas kebenaran. Sepintas memang terlihat kerenz dan sarat akan makna dan filosofi. Tapi nyatanya, itu semua hanyalah paradigma sesaat, yang hanya menginginkan ketenaran dan juga pengakuan. Banyak contoh yang bisa dilihat diberbagai belahan dunia ini, termasuk tingkah polah yang terjadi di Negeri Atas Angin.
Apakah memang sudah seharusnya begitu 'keyakinan memporak porandakan atas kebenaran'.
Berbicara lantang mensuarakan atas nama hati nurani, tapi hati nurani yang mana?
Bijak menyelaraskan keadaan. Keadaan yang bagaimana?
Memang terlalu pandai engkau memuat ilustrasi mengatasnamakan Negeri Atas Angin.
Berlagak bagai pahlawan kesiangan yang berceloteh tentang budi pekerti, sopan santun ataupun etika. Namun nyatanya, semua hanya celoteh kosong tiada berarti.
Dongeng Negeri Atas Angin cerita orang-orang berdasi hanya ilusi tanpa narasi.
Apakah memang sudah seharusnya begitu 'keyakinan memporak porandakan atas kebenaran'.
Berbicara lantang mensuarakan atas nama hati nurani, tapi hati nurani yang mana?
Bijak menyelaraskan keadaan. Keadaan yang bagaimana?
Memang terlalu pandai engkau memuat ilustrasi mengatasnamakan Negeri Atas Angin.
Berlagak bagai pahlawan kesiangan yang berceloteh tentang budi pekerti, sopan santun ataupun etika. Namun nyatanya, semua hanya celoteh kosong tiada berarti.
Dongeng Negeri Atas Angin cerita orang-orang berdasi hanya ilusi tanpa narasi.
Krena memang versi kbenaran itu bnyk dan relatif :)
BalasHapusSemua lantaran hati nurani yg tergadaikan negeri di atas angin pun porak poranda atas nama ketamakan
BalasHapus