Tuesday, 20 February 2018

Pilih Jadi Blogger Atau Youtuber

Kopi Tanpa Gula - Beberapa hari terakhir, diantara teman-teman tetangga ada yang meminta saya untuk sekedar berbagi pengetahuan tentang google adsense. Sebenarnya bukan sekali ini saja mereka meminta saya, karena, sekitar tahun 2015 saya juga sudah mengenalkan pada mereka tentang google adsense yang berkaitan dengan blogger. Kalau dahulu hanya sebatas pada pengenalan apa itu adsense. Tapi , kini mereka meminta untuk penjelasan atau mengenalkan lebih jauh tentang bagaimana dan aturan kebijakan google adsense. Dalam hal ini, sebenarnya saya sudah menyuruh untuk belajar dari google adsense nya sendiri yaitu lewat browsing. Namun, apa mau dikata. Justeru mereka malah lebih cepat paham dengan metode belajar langsung. Oh iya, bagi sahabat kopi tanpa gula bisa melihat blog yang pernah saya ajarkan ke salah satu teman. Tapi sampai sekarang blog tersebut masih vakum dan hanya berisi 1 artiklel saja. Sahabat bisa melihat blognya atk solo online

Dari sedikit cerita diatas, sebenarnya saya malu untuk mempublikasikannya. Lantaran takut dikatakan menggurui atau sudah paling bisa. Namun perlu saya jelaskan, bahwa semua itu hanya sebagai metode buat saya belajar agar saya tidak lupa dengan apa yang telah saya dapat (ilmu). Walaupun begitu, ada rasa kepuasan tersendiri, soalnya bisa berbagi pengalaman selama mengelola blog.

Rentetan cerita diatas sebenarnya tidak hanya sampai disitu saja. Pasalnya mereka juga bertanya mengenai iklan yang tampil di youtube. Apakah itu juga termasuk adsense? Secara pengetahuan yang saya tahu, saya pun menjawab : iya. Karena selama ini saya hanya mengelola blog dan tidak bermain youtube. Dari pertanyaan tersebut justeru membuat saya lebih tertarik untuk mempelajari kebijakan atau aturan agar bisa berkontribusi dalam membuat akun adsense youtube.

Sebagai blogger, tentunya menuangkan ide atau cerita lebih mudah dilakukan daripada harus mencari artikel yang memaksa kita untuk merekam kejadian atau apa saja agar bisa diupload ke channel kita. Mungkin karena masih terlalu dini atau belum terbiasa, makanya agak merepotkan juga ketika harus mencari ide dan merekamnya juga.
Dari pengalaman singkat tersebut, dalam benak muncul pertanyaan. Pilih jadi blogger atau youtuber.

Jikalau memilih sebagai blogger

1 : Sudah terbiasa menuangkan ide dalam bentuk tulisan.
2 : Lebih mudah mempublikasikan artikel (hemat kuota).
3 : Fitur gadget lebih mendukung ke arah blogger ( edit template)

Jikalau sebagai youtuber

1 : Tidak terbiasa menuangkan ide dalam bentuk visual dan audio.
2 : Kuot harus selalu max (upload video).
3 : Fitur gadget tidak mendukung untuk berkreativitas edit video agar jadi lebih baik.

Sebenarnya masih banyak point yang ingin saya tuangkan, tapi mata keburu sudah ngantuk. Kalau dilanjutkan besok, takutnya besok tidak sinkron lagi sama isi otak yang sekarang.
Dari point tersebut, saya rasa sahabat kopi tanpa gula sudah jelas, pilihan mana yang saya pilih. Jadi blogger atau youtuber.
Untuk sementara blogger masih jadi pilihan saya. Semoga saja kedepannya ada passion untuk jadi youtuber.

1 comment:

  1. Saya juga pilih jadi blogger aja, mba.
    Saya punya channel YT, tapi itu saya buat untuk dokumentasi pribadi. Trus udah lama banget nggak upload video. Lebih sering ngeblog aja.

    ReplyDelete

Apalah Arti Coretan Ini Tanpa Komentar Anda